Jamespropertyinvestor.com

Hot Menu

Artikel Investasi Property
Kumpulan artikel, trik & tips investasi property.
Artikel Umum & Investasi
Kumpulan artikel bermanfaat tentang investasi & motivasi.
Jual Beli Rumah
Area untuk jual beli property.

Pendaftaran Member

Silahkan Login untuk member Pilih "register" untuk mendaftar, agar bisa mengakses seluruh materi & artikel.

Advertorial

JUAL PULSA BERANTAI SECARA OTOMATIS
Tanpa kerja hasilkan uang dengan cara jual pulsa otomatis. harga pulsa MURAH, jualnya MUDAH
MENGHILANGKAN STATUS BLACKLIST BI CHECKING
Bagaimana RAHASIA Keluar dari status BlackList BI Checking sekaligus Menaikkan Limit Kartu Kredit Anda.
WORKSHOP PEMBUATAN WEBSITE
Workshop 1 hari ,Pembuatan Website dengan bahasa PHP untuk pemula

Kata-Kata Bijak Hari ini

Will Smith Pursue of Happyness Movie
Date: Nov 07, 2009


" Jika kamu mempunyai impian, maka kamu harus melindungi impian tersebut. Dan jangan biarkan orang mengatakan kamu tidak akan meraihnya "

Hunting Property di London ( bagian 1 )

Beritahu Teman Tentang artikel Ini - Klik salah satu icon

Submit Hunting Property di London ( bagian 1 ) in Delicious Submit Hunting Property di London ( bagian 1 ) in Digg Submit Hunting Property di London ( bagian 1 ) in FaceBook Submit Hunting Property di London ( bagian 1 ) in Google Bookmarks Submit Hunting Property di London ( bagian 1 ) in Stumbleupon Submit Hunting Property di London ( bagian 1 ) in Technorati Submit Hunting Property di London ( bagian 1 ) in Twitter
 

 

London

Untuk menghilangkan kejenuhan berburu property di Jakarta sekaligus mencari tantangan baru, maka kali ini tim kami memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru, yaitu berburu property ke luar negeri.

“Keluar negeri ?” “Apa tidak salah?” Kata salah satu rekan kami , seorang developer kelas menegah di Jakarta ketika kami utarakan niat kami tersebut.

“Kenapa tidak?” jawab kami. Dolf de Ross pun, gurunya Robert Kiyosaki berinvestasi property secara lintas Negara, dimana ia memiliki beberapa property di Australia dan New Zealand sementara ia tinggal di America.

Justru dengan begini kita bisa memiliki passive income, sekaligus bisa berlibur ke Negara tersebut untuk menengok property sewaan kita.

Akhirnya kami putuskan bahwa kali ini kami akan berburu property ke London. Ibukota Inggris.

Kenapa London?

Well…., ada beberapa alasan kami ke sana...........

 

 

Pertama; London adalah kota dengan penduduk dengan jumlah penduduk 7,66 juta jiwa ( sensus 2008 ) dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk 1,3 % pertahunnnya, dengan rata-rata pendapatan perkapita adalah  USD $ 37.600 / tahun/ orang. Dengan kata lain , kebutuhan akan property akan meningkat setiap tahunnya secara pasti.

 

Kedua; harga property di London sedang mencapai titik terendahnya, dan mulai beringsut naik 0,9 % bulan September 2009 lalu dari bulan-bulan sebelumnya, yang menandakan mulai reboundnya harga property. Titik yang tepat untuk memulai berinvestasi ( The Guardian, October 2009 ) .

Harga rumah stadar Inggris dengan luas tanah 120m2, dan luas bangunan 220m2 rata-rata adalah £ 162.000 ( seratus enampuluh dua ribu Poundsterling ) atau setara dengan Rp. 2,4 milyard.  Dengan harga termurah ada di wilayah Utara dan yang termahal ada di jantung kota London.

 

Ketiga; tingkat return pengembalian property di London sekarang rata-rata bisa mencapai 8% per tahun,  sementara itu, kabar baiknya adalah, bunga pinjaman KPR Cuma 4,25%. Berarti ada selisih 3,75%, dan ini dalam Poundsterling lho…!

 

Keempat ; fakta empiris membuktikan bahwa dengan berinvestasi jangka panjang di London ( 5-10 tahun ) return yang di dapat luar biasa, jika dibandingkan dengan T-Bill ( obligasi pemerintah ) atau deposito yang cuma memberikan return 1,75 - 2,5% / tahun.

Jika anda berinvestasi property di London, dari tahun 1993 – 2003, maka rata-rata Anda akan menikmati gain 77%. Sedangkan jika anda melakukannya di tahun 1993 – 2009, gain yang akan anda dapat adalah 94% ( The Independent, Oct 2009 ).

 

Jadi bayangkan scenario seperti ini; Anda berinvestasi property di London tahun sejak 1993, lalu property tersebut di sewakan atau di daya gunakan, lalu tiap tahun anda liburan ke London dengan alasan mau nonton David Beckham latihan , sambil nengok property, sementara anda tidak pernah pusing lagi bayar cicilannya karena property tersebut telah menghasilkan passive income yang bisa membiayai sendiri cicilannya, tahun 2009 rumah anda telah lunas dan masih terus memberikan passive income yang makin besar, dan nilai property anda sudah naik 94% sejak anda beli dari 1993, dan anda masih punya alasan ke London tiap tahun, tapi sekarang untuk shopping ke Harrods atau Harvey Nichols sambil nengok rumah. Betapa endahnya dunia…..!!!

 

Oke, kita kembali ke perjalanan kami ke London.

Start dari Bandara Soekarno Hatta menuju Dubai untuk transit ( sayang kami tidak bisa jalan-jalan ke luar bandara karena takut ditinggal pesawat akibat waktu transit yang hanya dua jam ), padahal kami juga mau meninjau perkembangan dunia property di Dubai, dan mau melihat Al Burj Al Arab, hotel termegah, termewah dan  termahal di Dubai, siapa tahu ketemu sheik pebisnis minyak yang sedang cari peluang di Jakarta.

Dari Dubai kami langsung bertolak dengan Airbus 308 terbaru ke London yang memakan waktu perjalanan tujuh jam. Jadi total waktu yang diperlukan dari Jakarta ke London adalah 16 -17 jam termasuk transit dan nunggu di Bandara.

 

Sesampainya di bandara Heatrow, kami dijemput rekan kami, seorang agent property local yang paham lika-liku poperty di London, Ray Lambert .

Ray membawa kami dengan mobil VW sedannya melewati highway road atau jala tol di London dengan kecepatan tidak lebih dari 45 KM/jam, padahal jalannya lengang dan tidak banyak kendaraan lain. Rupanya memang peraturan dijalan tol sana hanya membolehkan maksimal 45 Km/j. dan umumnya para supir mentaati peraturan tersebut karena banyak kamera lalu lintas tersembunyi di sana sini yang akan memotret nomor kendaraan yang melewati batas kecepatan maksimal. Kapan ya bisa dijalankan di Indonesia?

 Property sewaan di London

Setelah sampai di tujuan penginapan, hotel Bloomsbury di Coram Street, hotel berbintang tiga yang akan menjadi tempat kami berteduh selama hunting property di London, kami langsung mandi dengan air panas ( suhu saat itu 15 derajat celcius yang lebih dingin dari Puncak) , lalu bersiap untuk mulai jalan-jalan keliling kota London? Apa nggak capek tuh? Patsinya capek dan ngantuk, namun apa daya, karena perbedaan waktu, jam ditangan kami menunjukkan waktu pukul 11.00 malam waktu Jakarta, sementara di London masih terang benderang akibat perbedaan waktu. Tapi apa mau di kata, si Ray Cuma punya waktu sore itu saja, jadi apa boleh buat, biar ngantuk tapi hunting harus jalan terus.

 Naik TUBE di London

Pertama-tama kami mampir ke Russell station, stasiun kereta bawah tanah  terdekat , Di London orang menyebutnya Tube ( mungkin asalkata dari You Tube ya? ). Cukup bayar £ 4,9, kita sudah dapat karcis terusan yang bisa dipakai sepuasnya naik Tube atau naik bis kota dalam jangka waktu 1 hari. Kok naik Tube? Kenapa tidak keliling naik mobil? Kan si Ray bawa mobil? Ternyata di London lebih enak naik kendaraan umum daripada naik kendaraan pribadi. Selain karena pajak dan BBM nya mahal, karena mengikuti harga minyak dunia dan tidak ada subsidi, biaya parkirnya minta ampun. £ 2 / jam atau kira-kira Rp.32.000 / jam. Itulah sebabnya toko-toko atau ruko di Inggris rata-rata tidak menyediakan tempat parkir. Bahkan hotel tempat kami menginap pun tidak menyediakannya. Ini menyebabkan susahnya mencari sarana parkir untuk kendaraan kita, dan Ini pulalah yang menyebabkan orang Inggris lebih suka naik angdon ( angkutan London ) yang memang bersih, lancar , nyaman dan tepat waktu dibandingkan membawa kendaraan pribadi.

 

 

( Bersambung ke bagian 2 )

 

 

Hits: 2011

Comments (0)

Tuliskan komentar Anda

Untuk menulis komentar, Anda harus LOGIN. Jika belum terdaftar, lakukan pendaftaran dulu sebagai member.GRATIS.

busy
 

You are here: Home Kumpulan Artikel Artikel Investasi Property Hunting Property di London ( bagian 1 )
Banner

Artikel Property

Artikel Investasi