Jamespropertyinvestor.com

Hot Menu

Artikel Investasi Property
Kumpulan artikel, trik & tips investasi property.
Artikel Umum & Investasi
Kumpulan artikel bermanfaat tentang investasi & motivasi.
Jual Beli Rumah
Area untuk jual beli property.

Pendaftaran Member

Silahkan Login untuk member Pilih "register" untuk mendaftar, agar bisa mengakses seluruh materi & artikel.

Advertorial

JUAL PULSA BERANTAI SECARA OTOMATIS
Tanpa kerja hasilkan uang dengan cara jual pulsa otomatis. harga pulsa MURAH, jualnya MUDAH
MENGHILANGKAN STATUS BLACKLIST BI CHECKING
Bagaimana RAHASIA Keluar dari status BlackList BI Checking sekaligus Menaikkan Limit Kartu Kredit Anda.
WORKSHOP PEMBUATAN WEBSITE
Workshop 1 hari ,Pembuatan Website dengan bahasa PHP untuk pemula

Kata-Kata Bijak Hari ini

Albert Einstein
Date: Jun 07, 2010


"Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalaninya dengan biasa-biasa saja"

Hunting Property di London ( bagian 2 )

Beritahu Teman Tentang artikel Ini - Klik salah satu icon

Submit Hunting Property di London ( bagian 2 ) in Delicious Submit Hunting Property di London ( bagian 2 ) in Digg Submit Hunting Property di London ( bagian 2 ) in FaceBook Submit Hunting Property di London ( bagian 2 ) in Google Bookmarks Submit Hunting Property di London ( bagian 2 ) in Stumbleupon Submit Hunting Property di London ( bagian 2 ) in Technorati Submit Hunting Property di London ( bagian 2 ) in Twitter
 

Kisah sebelumnya :

Big Ben di senja harikami memutuskan untuk mencoba peruntungan untuk berinvestasi property di London, dan langsung menuju ke sana untuk melihat sendiri secara langsung property di sana.

Pertama-tama kami mampir ke Russell station, stasiun kereta bawah tanah  terdekat , Di London orang menyebutnya Tube ( mungkin asalkata dari You Tube ya? ). Cukup bayar £ 4,9, kita sudah dapat karcis terusan yang bisa dipakai sepuasnya naik Tube atau naik bis kota dalam jangka waktu 1 hari. Kok naik Tube? Kenapa tidak keliling naik mobil? Kan si Ray bawa mobil? Ternyata di London lebih enak naik kendaraan umum daripada naik kendaraan pribadi. Selain karena pajak dan BBM nya mahal, karena mengikuti harga minyak dunia dan tidak ada subsidi, biaya parkirnya minta ampun. £ 2 / jam atau kira-kira Rp.32.000 / jam.

Itulah sebabnya toko-toko atau ruko di Inggris rata-rata tidak menyediakan tempat parkir. Bahkan hotel tempat kami menginap pun tidak menyediakannya. Ini menyebabkan susahnya mencari sarana parkir untuk kendaraan kita, dan Ini pulalah yang menyebabkan orang Inggris lebih suka naik angdon ( angkutan London ) yang memang bersih, lancar , nyaman dan tepat waktu dibandingkan membawa kendaraan pribadi.

Bisnis ParkirTapi kesulitan ini menimbulkan peluang baru dalam bisnis property untuk yang jeli. Yaitu bisnis penyewaan lahan parkir. Bayangkan jika anda mempunyai lahan nganggur di London seluas 1000M. 1 mobil akan memakan 4 m2, dikurangi sedikit bagian untuk pemasangan rambu dan mesin karcis seluas 50m, maka lahan tersebut bisa menampung 200 mobil. Jika 1 mobil menghasilkan £ 2 / jam. Maka 200 mobil akan menghasilkan £ 400 / jam. Jika tingkat occupancy nya 80%, maka setidaknya dalam sejam, lahan tersebut menghasilkan £320. Untuk parkir 24 jam penuh, tariff parkirnya adalah £ 20. Jika dalam 24 jam, tingkat rental yang mengambil paket 24 jam adalah 10%, maka kalkulasi pendapatan kotor lahan tersebut perharinya adalah ; ( 200 mobil x 10%)x £  20 + ( 200 mobil x 90% ) x £ 320 x 24 jam. Sehingga lahan perkir seluas 1000 m2 tersebut akan menghasilkan pendapatan kotor perhari

Pertama-tama yang kami kunjungi adalah London Bridge. Kami mau menyamakan jam kami dengan Big Ben, jam dinding raksasa yang termasyhur yang menjadi Icon di Kota London, sambil minum kopi Starbucks di pinggir sungai Thames. Panasnya kopi mampu mengusir dinginnya London Bridge yang sore itu, suasananya ramai sekali dan banyak turis berkeliaran. Sayang tidak ada yang jual pisang atau bakwan goreng, pasti cocok nih sama cappuccino latte panas ini.

Setelah puas melihat Big Ben, perjalanan kami lanjutkan menyusuri taman Finsbury menuju Castle Windsor yang terkenal itu, sayang kami tidaak bertemu Pangeran Charles. Mungkin beliau sedang meeting? Padahal kami mau Tanya-tanya, siapa tahu istana Buckingham Palace dijual…

Sambil melihat-lihat bangunan bersejarah itu, mata kami selalu mengawasi bentuk-bentuk property yang bertebaran di seputar London. Amat beda dengan bentuk property yang biasa kita kenal, property di London masih bergaya Victorian dengan banyak ornament di bangunannya. Kami juga jarang melihat gedung pencakar langit di sini. Paling tinggi rata-rata gedung adalah sampai 10 lantai.

Ruko-Ruko Dijua dan di sewakan

Tentunya tidak lupa kami juga mencari rumah kos yang mau dijual. Sayangnya sangat sulit mencari rumah kost karena di sana bentuk rumah sewaan adalah berbentu flat atau apartemen yang notabene memang diperuntukkan untuk tujua komersil. Beda denga di Indonesia dimana rumah kost bentuk nya sama dengan rumah tinggal biasa, sehingga sulit dilacak aparat pajak.

Rumah kost juga sulit ditemukan karena mudahnya dan cepatnya transportasi di London sehingga mahasiswa tidak harus tinggal dekat kampus. Rata-rata biaya sewa rumah flat adalah £ 320 – 550 per bulan. Coba hitung sendiri berapa? Kira-kira antara Rp. 4 – 7 juta / bulan. Wow….!!! Mantab !

Coba rumah kost kami yang di Lenteng Agung punya cashflow segitu per kamar. Kalau 24 kamar tentu mantab bukan.

Tapi jangan salah ! jangan melihat cashflownya saja. Perhatikan juga besarnya investasi yang diperlukan untuk mengakuisisi sebuah rumah . Di distrik yang ramai tapi sederhana misalnya, harga sebuah rumah flat 3 tingkat dengan 10 kamar , rata-rata berharga £ 800.000 – 940.000. Berarti ROI rumah tersebut pertahun hanya 4,2 – 5 % dari penyewaan kamar . berapa tahun baru lunas cicilannya ya?

Karena badan sudah lelah dan hari telah menjelang malam, kami tutup malam itu dengan makan malam di Rome’s House dengan sepotong Tenderloin steak  seharga £8,9, tanpa nasi tentunya dan segelas Lambrusco buatan tahun 2006, cukup untuk mengeyangkan perut Indonesia kami sebelum ditutup dengan tidur di kasur yang hangat.

Keesokan paginya jam 08.12 WLB ( waktu London bagian barat ), kami bangun dan dilanjutkan dengan sarapan di restaurant hotel dengan menu Bakwurst atawa sosis Jerman  yang asin rasanya, ditemani dengan mashes potato dan segelas cranberry juice cukup untuk bahan bakar pagi itu.

Rencananya kami akan distrik Belgravia, untuk melihat situasi perumahan kelas atas di sana. Kami ingin membandingkan besarnya imbal hasil yang di dapat jika berinvestasi di sana.

15 menit bermobil bersama Lambert, membuat kami terkagum-kagum dengan situasi London yang sejuk pagi itu. Sepeda berkeliaran dimana mana dengan bebasnya namun tertib dan teratur. Amat jarang terlihat sepeda motor di sana. Hingga akhirnya kami sampai di distrik Belgravia, sebuah perumahan “Pondok Indah” nya London.

Lambert mencari lokasi parkir untuk VW tuanya. Namun kelihatannya dimana-mana ada tanda dilarang parkir. Terpaksa Lambert memasukkan mobilnya ke parkir komersial di sana, lalu kami berjalan kaki menuju rumah-rumah incaran kami

Rumah-rumah bergaya GothicRata-rata rumah yang ada bentuk arsitekturnya sama yaitu bermodel Gothic dengan rata-rata ketinggian 3- 4 tingkat. Kami melihat beberapa papan petunjuk To Let ( di sewakan ), kami mencoba menelepon beberapa nomor yang tertera di sana, namun alamak…harga jual sebuah rumah di sana rata-rata £ 1juta- 2,5 juta, coba hitung berapa Milyard tuh? Sedangkan ROI dari sewa hanya 3 – 4,5 % per tahun . Kurang menarik menurut saya, sehingga setelah beberapa kali bertanya, rata-rata harga yang ditawarkan sama, maka kami putuskan untuk tidak membeli satu rumahpun di sana.

Dengan gontai, kami berjalan menju tempat parkir, dimana VW tua si Lambert telah menunggu. Giliran mau membayar parkir, ternyata dompetnya ketinggalan di rumah( entah benar atau tidak ) . Akhirnya karena tidak enak, kami putuskan untuk membayari saja. Paling-paling hanya £ 1 pikir kami. Lalu bergegas kami menuju Parking Machine dimana kami bisa bayar parkir seprti membeli minuman dalam vending machine. Tapi begitu struk parkir keluar…Alamaakk…tenyata untuk parkir 2,5 jam, kena £ 6 alias Rp. 90.000. Sebel…sebel..sebel…!!!

Ternyata lebih enak di negeri sendiri. Ke Jakarta aku, kan kembaliiiiii…..

 

( The end )

Hits: 1532

Comments (6)

Luar biasa pak james
otong
Hebat pak, sudah hunting property ke London segala.
Lha wong saya aja masih cari rumah kontrakan di Bekasi belum dapet-dapet juga.

salam sukses

Ahmad Surotong
otong , November 29, 2009
...
dhino ramadhan
Pengalaman yang seru...!semakin pengen belajar tentang properti dengan pak james..analisisnya mantab banget.pak saya mau ikut seminar bapak yang dimedan desember 2009 ini.semoga akhir tahun yang beruntung...!
dhino ramadhan , December 01, 2009
Teruslah belajar melalui website
James sastrowijoyo
Halo Pak Dhino

Teruslah belajar mengenai seluk beluk investasi property melalui website ini. saya akan terus membagikan ilmu-ilmu yang saya punya , agar anda semua juga belajar dan mau berinvestasi di Property.

salam Dahsyat
James sastrowijoyo , December 01, 2009
Perjuangan yg melelahkan
Gusde
trus hasil akhirnya gimana pak ? jadi beli atau pulang dengan tangan hampa ??
Gusde , January 28, 2010
Pulang aja ah..
James sastrowijoyo
ya tentu saja pulang...
Lha wong lebih enak investasi di negeri sendiri...smilies/wink.gifsmilies/wink.gif
James sastrowijoyo , January 28, 2010
cara ngitung roi
Ikhwan Satya
pak james, gmna sih cara rumus cara ngitung roinya pertahun?? angka persentase di dpt drmana?
idealnya persentase roi yg aman untuk investasi di kisaran brp pak??
salam hangat...
Ikhwan Satya , March 26, 2010

Tuliskan komentar Anda

Untuk menulis komentar, Anda harus LOGIN. Jika belum terdaftar, lakukan pendaftaran dulu sebagai member.GRATIS.

busy
 

You are here: Home Kumpulan Artikel Artikel Investasi Property Hunting Property di London ( bagian 2 )
Banner

Artikel Property

Artikel Investasi