Pada masa krisis ekonomi, entrepreneur atau wirausahawan perlu mengembangkan kecerdasan emosional. Dengan begitu, ia akan mampu melihat peluang bisnis yang ada disekitarnya. Entrepreneur yang cerdas emosinya tentu juga memiliki “intuisi” yang tajam. Ia dapat menangkap sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Walaupun data tidak lengkap, ia biasanya dapat mengambil konklusi yang pas.
Dalam kondisi apapun, entrepreneur juga harus merupakan orang yang action oriented, bukan no action, dream only. Untuk itu diperlukan kesanggupan berfikir secara detail terhadap hal-hal yang penting. Bila kemudian muncul resiko, dia siap menanggung resiko apapun atas aktifitas bisnisnya. Namun secepat itu pula, dia akan berbenah diri dan melangkah maju untuk lebih baik.

