Jamespropertyinvestor.com

Hot Menu

Artikel Investasi Property
Kumpulan artikel, trik & tips investasi property.
Artikel Umum & Investasi
Kumpulan artikel bermanfaat tentang investasi & motivasi.
Jual Beli Rumah
Area untuk jual beli property.

Pendaftaran Member

Silahkan Login untuk member Pilih "register" untuk mendaftar, agar bisa mengakses seluruh materi & artikel.

Advertorial

JUAL PULSA BERANTAI SECARA OTOMATIS
Tanpa kerja hasilkan uang dengan cara jual pulsa otomatis. harga pulsa MURAH, jualnya MUDAH
MENGHILANGKAN STATUS BLACKLIST BI CHECKING
Bagaimana RAHASIA Keluar dari status BlackList BI Checking sekaligus Menaikkan Limit Kartu Kredit Anda.
WORKSHOP PEMBUATAN WEBSITE
Workshop 1 hari ,Pembuatan Website dengan bahasa PHP untuk pemula

Kata-Kata Bijak Hari ini

Walt Disney Pendiri walt Disney C.O
Date: Dec 07, 2001


" Semua impian kita dapat menjadi nyata, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya. "

Penipuan Dalam Transaksi Property

Beritahu Teman Tentang artikel Ini - Klik salah satu icon

Submit Penipuan Dalam Transaksi Property in Delicious Submit Penipuan Dalam Transaksi Property in Digg Submit Penipuan Dalam Transaksi Property in FaceBook Submit Penipuan Dalam Transaksi Property in Google Bookmarks Submit Penipuan Dalam Transaksi Property in Stumbleupon Submit Penipuan Dalam Transaksi Property in Technorati Submit Penipuan Dalam Transaksi Property in Twitter
 

Kejadian ini dialami oleh kakak pacar saya sekitar 2bulan yang lalu. Beliau, sebut saja mas Teddy, berniat menjual rumahnya di daerah Srengseng. Karena ingin lebih banyak menjaring pembeli, maka beliau memasang iklan penjualan rumahnya di beberapa media pengiklanan, seperti internet, harian Pos Kota dan Kompas.

Tidak berapa lama setelah iklan di pasang, beberapa calon pembeli rumah mulai menelpon dan menanyakan macam2 tentang rumah yang akan di jual kakak pacar saya. Hingga ada satu calon pembeli yang kedengarannya ramah, karena menghubungi kakak pacar saya dengan bahasa yang santun dan terlihat sopan sekali (walaupun belum pernah bertemu, karena komunikasi selama ini hanya dilakukan melalui telepon).


Duduk persoalannya adalah ketika calon pembeli tersebut (yang notabene penipu) itu menghubungi kakak pacar saya beberapa kali, sehingga seolah-olah dia sudah melihat rumah yang akan dibeli dan berhasil meyakinkan sekali kakak pacar saya bahwa dia benar2 akan membeli rumah tersebut.

Kali pertama telepon, si penipu tersebut menanyakan macam2 tentang rumah, bagaimana kondisinya, sudah dimiliki berapa lama, apakah ada surat tanah, PBB dsb. Kali kedua, si penipu tersebut meyakinkan bahwa dia sudah pernah berkunjung dan melihat kondisi rumah tersebut, karena rumah tersebut tidak ada yg jaga dan kebetulan lokasinya berada di luar kota Jakarta jadi calon pembeli hanya bisa melihat dari luar saja. Penipu tersebut berkata seolah2 memang benar2 pernah melihat rumah tersebut dengan menyebutkan ciri2 fisik rumah, misal: ‘Pagar rumah bapak warna putih kan?’, ‘Temboknya warna krem kan pak? Yang ada tanaman sokanya di depan rumah’, ‘Gentengnya warna abu2, terasnya agak luas’ dsb. Hingga akhirnya mas Teddy, benar2 percaya bahwa penipu itu benar2 akan membeli rumah tersebut.

Hingga akhirnya setelah deal2 harga OK dilakukan kedua belah pihak, maka transaksipun terjadi. Disinilah sebenarnya hal yang paling penting dari semua percakapan yang telah terjadi sebelumnya. Dan saya ingatkan sebelumnya, jangan pernah anda melakukan transaksi melalui ATM maupun hanya lewat telepon, sekalipun anda benar2 sudah percaya dengan orang yang belum anda pernah lihat sebelumnya, usahakan transaksi dilakukan secara tunai atau kalaupun amount yang akan di transfer dalam jumlah besar, usahakan untuk selalu bertemu muka atau minimal anada mengenal tipikal orang tersebut, kalau perlu ada pihak ketiga dari anda yang mengetahui jalannya transaksi, minimal yang mengerti dan pernah melakukan transaksi jual beli dalam jumlah yang besar amountnya.

Oke kita lanjut, si penipu bilang kepada mas Teddy bahwa dia akan mentransfer sejumlah uang yang di minta mas Teddy seharga rumah yang dijual dengan harga yang sudah di sepakati sebelumnya. Penipu tersebut bilang bahwa kira2 sore uangnya sudah tertransfer, sehingga mas Teddy bisa langsung mengeceknya. Tetapi tidak sampai sore, penelpon tersebut menelpon bahwa uangnya sudah di transfer dari rekening si penipu ke rekening mas Teddy. Sore harinya, mas Teddy mengecek, ternyata masih kosong, belum ada penambahan uang di rekeningnya. Lalu mas Teddy, telepon balik ke si penipu tersebut. Dengan gayanya yg sok ramah dan terkesan bersahabat, penipu itu bilang bahwa: ‘Oh maaf pak, mungkin sedang ada masalah di BCA nya, padahal saya tadi sudah transfer. Oke akan saya hubungi pihak BCA nya pak, agar saya bisa langsung mengadukan masalah ini’. Transaksi dilakukan melalui ATM BCA.

Selang beberapa menit, orang tersebut menghubungi mas Teddy kembali, tetapi kali ini dia sepertinya sedang terhubung dengan (ngakunya) pihak BCA, bagian Customer Servicenya. Percakapan berjalan antara 3 orang, yaitu mas Teddy, si penipu dan (orang yang ngaku2) pihak BCA. Setelah itu dengan gaya bahasanya yang meyakinkan si pihak BCA ini memandu mas Teddy untuk mengoperasikan mesin ATM BCA terdekat.

Dan hingga akhirnya setelah beberapa langkah pengecekan dilakukan mas Teddy berdasarkan panduan si pihak BCA, ada satu tombol yang tinggal sekali di pencet oleh mas Teddy (entah tombol apa), yang pasti ada wanita di belakang mas Teddy yang kebetulan melihat mas Teddy akan memencet tombol tersebut, dan dengan sigap dan reflek, wanita tersebut berteriak dan bilang seper berapa detik sebelum mas Teddy memencet tombol itu, karena telunjuknya sudah menyentuh tombol yg dimaksud: ‘PAK JANGAN PENCET TOMBOL ITU!!!!’. Tetapi karena mas Teddy sudah terlanjur percaya dengan orang yang menelpon nya, apalagi dipandu langsung dari pihak BCA, maka iapun tak peduli dan memang waktunya sangat mendesak, karena yang antri banyak dan lagi tidak ada waktu untuk berpikir panjang. Akhirnya..

BLASS…..

Ditekanlah tombol itu.

‘Terimakasih pak, uangnya sudah tertransfer dari rekening pak A (si penipu itu) ke rekening bapak. Silahkan di cek beberapa menit lagi’.

‘Pak tombol itu berbahaya, itu akan mentransfer seluruh rekening bapak ke nomor rekening tujuan’, kata wanita di belakang mas Teddy tadi.

Segera setelah itu mas Teddy mengecek informasi saldo rekeningnya. Dan tahukah anda apa yg terjadi? Yap betul, seluruh rekening mas Teddy amblas, hanya tersisa 10.000 rupiah. Lemaslah mas Teddy setelah melihat sisa rekening di tabungannya.

Segera mas Teddy menghubungi kembali si pak penipu yang mau membeli rumah, tetapi apa lacur, nomor yang dihubungi tidak diangkat2. Setiap jam di telepon, tetapi sepertinya nomornya sudah di non aktifkan. Semakin hampa saja harapan mas Teddy untuk mendapatkan uangnya kembali. Pulang kerumah, setelah bercerita apa yg dialami, ternyata kakak mas Teddy, yang merupakan kakak pacar saya, mas Tony,  juga pernah mengalami hal seperti itu, tetapi dulu ia menyiapkan rekening kosong untuk menerima uang dari calon pembeli, tapi memang ternyata yang mau beli adalah penipu juga, karena kejadiannya sama persis seperti yang dialami oleh mas Teddy.

Kasian mas Teddy sekarang, padahal itu adalah seluruh tabungan yang di kumpulkan selama ini untuk kehidupan hari tuanya, dan anak2nya, istrinya hanya bisa mengelus dada dan terus istigfar atas apa yang dialami mas Teddy.

Dari kejadian ini ada beberapa poin yang menjadi concern saya:
1. Jangan pernah hanya punya satu tabungan, jadi selalu ada backup tabungan anda jika sewaktu2 terjadi hal2 yang tidak diinginkan
2. Usahakan kenali calon pembeli anda terlebih dahulu sebelum transaksi terjadi, bertemu muka atau minimal anda bisa mendapatkan kopian KTPnya, apalagi berhubungan dengan penjualan yang harganya diatas 1 juta-an (karena menurut saya angka satu juta juga sudah lumayan besar)
3. Jangan pernah percaya dengan orang yang menelpon anda yg ngakunya dari bank. Pastikan yang menelpon anda benar2 dari bank dan menanyakan tau nomor kita dari mana.
4. Waspadai jenis2 penipuan jaman sekarang dan selalu update akan informasi terbaru tentang penipuan jaman sekarang, entah itu hipnotis, atau memanfaatkan ketidaktahuan kita sebagai orang awam(seperti yang terjadi pada mas Teddy ini), atau mungkin memanfaatkan kelengahan kita pada saat kita tidak sadar.

Itulah salah satu pengalaman yang pernah saya dengar.  Selalu waspadalah terhadap orang baru yang anda kenal apalagi untuk transaksi.

 

 

( dikutip dari blog Sdr Bambang Puji haryo Wicaksono )

Hits: 3534

Comments (11)

...
emrukhin
bener gak ini ceritanya?? mosok mau jual beli rumah kok tidak ketemuan, aneh rasanya.. janggal ceritanya.. anyway bisa buat masukan.. thx
emrukhin , April 21, 2010
Don't trust anybody
Mimi
Saya sendiri pernah mengalami hal ini. Modusnya persis sama. Jadi pada waktu si penipu menelpon suami saya yang sudah sangat meninginkan rumah kami cepat terjual saya mencegahnya untuk pergi ke atm menuruti permintaan si penipu.
Bersyukur karena saya kebetulan pernah mendengar ada kejadian seperti ini.
Namun dia tetap pergi ke atm tapi setidaknya dia sudah ada persiapan dan telepon genggamnya sengaja di tinggal di rumah. Di jaman ini kita tidak bisa mempercayai siapapun, apalagi orang yang belum kita kenal.
Salam
Mimi , April 21, 2010
...
arip
pernah mendapat modus serupa ... tapi senang dapat ngerjain ... dia bilang siapkan rekening atm.. saya pura-pura siapkan ... dan seolah-olah aku mengikuti kemauan dia ... akhirnya ketebak juga bahwa dia dikadalin.. kcian deh dia marah-marah ... tau rasa lho
arip , April 21, 2010
...
emrukhin
Kalau memang terjadi transaksi kita harus face to face bukan cuma lewat telepon, apalagi suruh ke ATM segala, kalau saya pribadi setiap transaksi harus ketemu langsung orangnya. anyway ceritanya setidaknya buat kita lebih careful dalam menyikapi setiap transaksi, apalagi nilannya yang cukup besar..smilies/kiss.gif
emrukhin , April 22, 2010
......
budiyono
tombol apa yach yg dimaksud penasaran smilies/tongue.gif
budiyono , April 22, 2010
...
Irwan Gunawan
iya tombol apa ya? kyknya ga ada tombol special di atm deh? kalo pun kita transfer ke rekening org kan kita tau prosesnya, kalo msh kita lakukan ya itu bodohnya kita, kecuali mereka menghipnotis kita lewat telepon, nah ini yg bahaya... thx artikelnya.
Irwan Gunawan , April 26, 2010
TIPULAH AKU... KALO BISA.....
ibrahim
Saya pernah juga mau ditipu dengan modus perandi yang sama. TAPI PENIPUNYA GOBLOK, JADI GAK BERHASIL NIPU SAYA. Singkat cerita, saya dipandu ke atm supaya mengecek transferan hadiah dari penipu. Tapi karena menu bahasanya pakai BAHASA INGGRIS dan saya tahu kalo panduannnya itu justru malah minta kita yang nransfer, jadi saya urungkan dan kerjain sekalian si penipu. mungkin dikira saya ga tahu bahasa inggris.
Jadi tipnya kalo penipu minta anda mengecek atm anda dengan menu bahasa inggris, kalo anda ga tahu artinya mending ubah menunya pakai bahasa indonesia untuk mengetahui maksudnya...oke bro.
ibrahim , April 26, 2010
WASPADALAH...WASPADALAH...
Hanafi Lukman
Jaman sekarang emang macem2 cara org bwt cari duit,sampe nipu segala. Dari cerita tsb kita bisa ngmbl hikmahnya, bhw kita hrs lbh waspada bila brhbngn dgn org yg blm kita kenal. Jgn sampai cerita tsb terulang pada diri kita. Oke coy... Waspadalah... Waspadalah...!!!smilies/cool.gif
Hanafi Lukman , May 13, 2010
Lengah
eny sulistiowati
memang tertipu itu slalu pada saat kita lengah selama waspada dan teliti akan meminimalkan ditipu..saya pernah berkali2 menerima pesan penipu di hp tp trik saya setiap ada pesan aneh lgsg sy hapus kalo minta uang, jelas saya hapus. kalau transaksi rumah pasti harus ketemu dong..jgn gampang percaya juga jd tetap ikuti tapi waspada jalan.
eny sulistiowati , June 29, 2010
Tombol
CARLOS
Tombol apa yang dimaksud?...
perempuan yg ikut antri ngintip transaksi orang lain?...
Hati-hati kalau atm nyangkut,pasti penjahatnya ada disekitar anda ( ada yang pake safari seperti petugas ada yang menawarkan hp nya untuk menelepon costomer service Bank gadungan dan ada yang mengatakan tekan cancel lalu tekan pin kartu akan keluar lagi). jangan pernah pin ada dilihat orang lain apalagi memberitahukan pin anda..karena orang BANK tidak pernah menanyakan nomer pin ke nasabah.


GBU
CARLOS , November 07, 2010
Benar apa yang dialami oleh Mas Teddy
chamim
Percaya atau tidak siapapun jangan sampai terulang kembali, dan jangan takabur menghadapi para penipu tapi harus berhati-hati ciri-2 awal :
1. Saya sudah pernah melihat apa yang bapak/ibu tawarkan.
2. Saya tertarik, karena saya berada diluar kota mohon dihubungi Bpk Anu..., bahkan menyebut Haji, Hajjah dsb.
3. Atau Bapak Anu....., akan menghubungi Anda dengan kata-2 yang sangat santun sekali.
4. Diantaranya dari telp. no. 085243476788 dan telah saya catat sebagai Maling.
5. Anda akan diajak bertransaksi melalui ATM.
Saran :
Pada pada poin 1 dan 2 apabila Bpk/Ibu menjual sesuai melalui iklan harian, internet dsb harap sms yang disampaikan oleh penipu tsb. diabaikan saja , kalau ngak mau kehilangan uang di ATM Anda.

Wassalam,
Chamim
chamim , March 17, 2011

Tuliskan komentar Anda

Untuk menulis komentar, Anda harus LOGIN. Jika belum terdaftar, lakukan pendaftaran dulu sebagai member.GRATIS.

busy
Last Updated ( Wednesday, 21 April 2010 02:45 )  

You are here: Home Kumpulan Artikel Artikel Umum & Investasi Penipuan Dalam Transaksi Property
Banner

Artikel Property

Artikel Investasi