Dianggap sukses oleh orang lain ,belum tentu dianggap sukses oleh diri sendiri. Setuju atau tidak? Jika setuju - bagaimana? Jika tidak - kenapa?
Semua diantara kita pasti akan sependapat jika saya mengatakan bahwa kita semua mempunyai keinginan yang sama dalam hidup kita ini yaitu ingin mencapai keberhasilan / sukses yang setinggi-tingginya.
Kesuksesan adalah derajat keberhasilan seseorang dalam pemenuhan subjective terhadap kebutuhan hidupnya (material maupun spiritual baik secara quantitative maupun qualitative). Mengejar kesuksesan hidup (secara keseluruhan) memang merupakan idaman bagi setiap orang. Yang menjadi permasalahan, adalah bahwa kesuksesan itu kerap kali terasa sebagai sesuatu hal yang tidak mudah atau bahkan sangat sukar sekali untuk dicapai bagi kebanyakan orang. Dan pada skala yang lebih extreme bahkan dapat terasa sebagai hal yang tidak mungkin dapat dicapai oleh sekelompok orang tertentu.
Kebanyakan orang sukses merasa belum sukses
Ceritanya ada seorang wartawati muda dan cantik yang baru saja memulai karier jurnalistiknya. Dalam salah satu karya tulisannya, ia mencoba mengadakan penyelidikan tentang kesuksesan dari tokoh-tokoh berhasil yang sudah kondang dari negeri ini.
Pada satu kesempatan wawancara dengan tokoh A, dia bertanya "Bagaimana pendapat Bapak mengenai kesuksesan yang telah dicapai?" Tokoh A: "Sebenarnya saya masih belum pantas untuk dikatakan sukses karena pada kenyataannya keberhasilan saya sekarang ini adalah peninggalan jerih payah orang tua yang diberikan kepada saya".
Kemudian pada kesempatan yang lain wartawati itu mengajukan pertanyaan yang sama pada tokoh B, yang dijawab: "Semua ini adalah kebetulan karena saya mendapatkan bantuan dan dukungan dari seseorang (tidak etis menyebut namanya)"
Wawancara ketiga dengan tokoh C, dia mendapat jawaban: "Bagaimana saya dapat dikatakan sukses sedangkan apa yang seharusnya dapat saya capai sebenarnya lebih dari hanya yang seperti ini, karena ....bla....bla....".
Setelah menjumpai sekian banyak tokoh-tokoh akhirnya wartawati tadi berhasil menemui tokoh X yang merupakan tokoh sukses pekerja keras yang meniti kariernya dari bawah dan benar-benar dengan kemampuan dirinya sendiri. Dengan pertanyaan yang sama dia mendapatkan jawaban: "Saya mungkin kelihatan berhasil / sukses, tetapi terus terang saya tidak bahagia, karena .... bla ... bla ....(penjelasan panjang) ....bla....bla...! Apa yang kamu lihat itu khan cuma dari luarnya saja...!"
Mendapati kenyataan bahwa hampir semua orang yang dipandang sudah suksespun masih merasa dirinya belum berhasil / sukses seperti yang dipandang orang lain, maka timbullah pertanyaan dalam benak wartawati itu:
* "Apakah ini mencerminkan sikap kerendahan hati mereka?
* "Apakah mungkin itu adalah merupakan sikap positif yang selalu dinamis dan optimis untuk selalu maju mengejar yang tetinggi dan lebih baik lagi?"
* "Atau justru kemunafikan dan keserakahan yang sampai menguburkan kemampuan mereka untuk mendapatkan rasa kepuasan atas apa yang telah dicapainya?"
Itu adalah sebagian alternative penilaian orang yang tentunya bisa benar dan salah? Bagaimana menurut anda?
( Dari Albert Hendra W. )

