Pada artikel sebelumnya, telah kita bahas ada lima tindakan preventif atau persiapan sebelum seseorang memutuskan untuk mengambil hutang sebagai jalan pintas menuju kekayaan:
Sekarang kita akan membahas lima langkah untuk mengubah hutang menjadi kekayaan
- Jujurlah terhadap kondisi keuangan Anda
Anda harus mengetahui kemampuan keuanga Anda , dan berapa kemampuan yang bisa Anda sisihkan untuk membayar cicilan.
Cara paling objektif adalah dengan cara “memotret” kondisi keuangan anda dengan cara membuat neraca pribadi yang berisi data pemasukan, pengeluaran, jumlah tabungan, jumlah asset yang dimiliki, dan jumlah hutang yang masih harus dibayar. Dengan cara ini Anda akan bisa menentukan berapakah hutang yang bisa anda buat atau justru menentukan anda harus berhenti berhutang.
- Alokasi Tabungan Asset
Alokasikan 10% dari penghasilan anda untuk membangun asset bsinis anda. Bila anda melakukan hal ini, semakin cepat pula anda bisa keluar dari jebakan hutang.
- Alokasi dana sosial
Pernahkah anda mendengar hukum Newton yang berbunyi, “Aksi menimbulkan reaksi” . Atau hukum keseimbangan hidup yang menyatakan bahwa ketika Anda sedang mendekati sesuatu, anda pun pada saat yang sama juga sedang menjauhi sesuatu. Ketika anda mendekatkan diri pada hal-hal posistif, berarti anda juga sedang menjauhi hal-hal negatif.
Ketika anda mengharapkan akan menerima sesuatu, berarti anda juga harus mengeluarkan sesuatu. Disinilah kami menganjurkan anda untuk menyisihkan 2,5 – 5% dari hasil yang anda dapat, untuk di dermakan pada kegiatan-kegiatan social kemasyarakatan.
- Alokasi cicilan hutang
Sisihkan 10- 30% dari penghasilan anda dari bisnis yang dibiayai dengan hutang, untuk melakukan pembayaran cicilan hutang tadi. Biasanya pihak kreditur masih bisa memberikan hutang lagi, jika rasio hutang anda terhadap penghasilan tidak melebihi 30%.
- Alokasi biaya hidup
Setelah anda bisa membayar diri sendiri dulu ( Pay Your self fisrt ), disiplin dalam melkukan penmbayaran hutang, membiasakan diri untuk ikhlas melkukan derma dan sedekah, dan senatiasa jujur terhadap kondisi keuangan anda, maka anda bisa menikmati selisih lebih dari penghasilan dari bisnis/property yang dibiayai dengan hutang tadi untuk membiayai hidup atau gaya hidup anda.
Demikianlah beberapa hal untuk mengubah hutang menjadi kekayaan, yang bisa anda praktekkan dalam kehidupan sehari-hari anda.
Selamat berhutang…..
( JPI Team )

